Minggu, 19 Mei 2013

Perilaku manusia



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Perilakumanusiamerupakanprosesyangkompleks.Kompleksitasperilakumanusiadihasilkandaribanyaknyajenisperilaku,tujuanperilaku,variasigerakan,daninteraksi.Dengankemampuankomputasisaatini,belumdimungkinkanuntukmenyimulasikansemuaperilakumanusia.Dalamkehidupansebenarnya, manusiamempunyaimotivasidalammenentukantempat yang akanditujunya.Motivasidapatberasaldarikeinginanuntukmemenuhikebutuhan.Dalamsimulasiperilakumanusia,kebutuhanyangharusdipenuhimerupakanmotivasiyang realistic untukmenentukantempatyangakandituju.Kebutuhanmanusiamempunyaibanyakjenis,dandapatterjadipadasaatbersamaan.Dibutuhkansuatuaturanprioritasuntukmenentukankebutuhanyangakandipenuhiterlebihdahulu.Denganmemenuhikebutuhannya,agenakanterlihatsepertimenjalanikehidupansehari-harinyasepertimanusia,yangtentunyaakanmeningkatkanrealismeperilaku.
B.     METODO
MetodEyangdigunakandalampenulisanmakalahiniPengumpulanpustakauntukdipelajaridalampengerjaanmakalah.Pustakayangdigunakanberupa paper,jurnal,proceeding,e-book,tutorialdanartikeldariinternet.


BAB 2
PEMBAHASAN
A.     PENGERTIAN PERILAKU
Perilakumanusiaadalahsekumpulanperilaku yang dimilikiolehmanusia  dandipengaruhiolehadat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/ataugenetika.
MenurutpendapatKrechdan Crutchfield (1954) yang mengatakan: As we have already indicated, attitudes lie behind many of the significant and dramatic instances of man behavior. It is for reason that many psychologists regard the study of attitudes as the central problems of social psychology.BimoWalgito (2003) berpendapatbahwasikap yang adapadaseseorangakanmemberikanwarnaataucorakpadaperilakuatauperbuatan orang yang bersangkutan. Sementarasikappadaumumnyamengandungtigakomponen yang membentukstruktursikap, yaitu: komponenkognitif, komponenafektif, dankomponenkonatif.SedangkanmenurutMyers (1983), perilakuadalahsikap yang diekspresikan (expressed attitudes). Perilaku dengan sikap saling berinteraksi, saling mempengaruhi satu dengan yang lain.
Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.
Perilaku manusia dipelajari dalam ilmu psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi dan kedokteran.Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang.



B.     KarakteristikPerilaku

1.      Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan oleh seseorang merupakan karakteristik dari perilakunya.
2.      Perilaku mempunyai satu atau lebih dimensi yang dapat diukur, yaitu : frekuensi, durasi, dan intensitas.
3.      Perilaku dapat diobservasi, dijelaskan, dan direkam oleh orang lain atau orang yang terlibat dalam perilaku tersebut.
4.      Perilaku mempengaruhi lingkungan, lingkungan fisik atau sosial.
5.      Perilaku dipengaruhi oleh lingkungan (lawful).
6.      Perilaku bisa tampak atau tidak tampak. Perilaku yang tampak bisa diobservasi oleh orang lain, sedangkan perilaku yang tidak tampak merupakan kejadian atau hal pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh individu itu sendiri atau individu lain yang terlibat dalam perilaku tersebut.

C.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Manusia
Perilakuatauaktivitaspadaindividuatauorganismetidaktimbuldengansendirinya, tetapisebagaiakibatdari stimulus yang diterimaolehorganisme yang bersangkutanbaik stimulus eksternalmaupun stimulus internal.Perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri, di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. Demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu, demikian sebaliknya.Keyakinanmengenaiperilakuapa yang bersifatnormatifdanmotivasiuntukbertindaksesuaidenganharapannormatiftersebutmembentuknormasubjektifdalamdiriindividu. Kontrolperilakuditentukanolehpengalamanmasalaludanperkiraanindividumengenaiseberapasulitataumudahnyauntukmelakukanperilaku yang bersangkutan.
Secaragarisbesar, perilakumanusiadiakibatkanoleh:
  • Genetika
  • Sikap - adalahsuatuukurantingkatkesukaanseseorangterhadapperilakutertentu.
  • Norma sosial - adalah pengaruh tekanan sosial.
  • Kontrol perilaku pribadi - adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku.
D.    PendekatanUntukMemahamiPerilaku
Perilakumanusiasangatberbedaantarasatudenganlainnya.Perilakuitusendiriadalahsuatufungsidariinteraksiantaraseseorangindividudenganlingkungannya.Ditilikdarisifatnya, perbedaanperilakumanusiaitudisebabkankarenakemampuan, kebutuhan, caraberpikiruntukmenentukanpilihanperilaku, pengalaman, danreaksiaffektifnyaberbedasatusama lain.
Pendekatan yang seringdipergunakanuntukmemahamiperilakumanusiaadalah; pendekatankognitif, reinforcement, danpsikoanalitis.Berikutpenjelasanketigapendekatantersebutdilihatdari; penekanannya, penyebabtimbulnyaperilaku, prosesnya, kepentinganmasalalu di dalammenentukanperilaku, tingkatkesadaran, dan data yang dipergunakan.
a.      Penekanan
Pendekatan kognitif menekankan mental internal seperti berpikir dan menimbang. Penafsiran individu tentang lingkungan dipertimbangkan lebih penting dari lingkungan itu sendiri.
Pendekatan penguatan (reinforcement) menekankan pada peranan lingkungan dalam perilaku manusia. Lingkungan dipandang sebagai suatu sumber stimuli yang dapat menghasilkan dan memperkuat respon perilaku.
Pendekatan psikoanalitis menekankan peranan sistem personalitas di dalam menentukan sesuatu perilaku. Lingkungan dipertimbangkan sepanjang hanya sebagai ego yang berinteraksi dengannya untuk memuaskan keinginan.

b.      PenyebabTimbulnyaPerilaku
Pendekatankognitif, perilakudikatakantimbuldariketidakseimbanganatauketidaksesuaianpadastrukturkognitif, yang dapatdihasilkandaripersepsitentanglingkungan.
Pendekatan reinforcement menyatakanbahwaperilakuituditentukanoleh stimuli lingkunganbaiksebelumterjadinyaperilakumaupunsebagaihasildariperilaku.
Menurutpendekatanpsikoanalitis, perilakuituditimbulkanolehtegangan (tensions) yang dihasilkanolehtidaktercapainyakeinginan.



c.       Proses
Pendekatankognitifmenyatakanbahwakognisi (pengetahuandanpengalaman) adalah proses mental, yang salingmenyempurnakandenganstrukturkognisi yang ada. Dan akibatketidaksesuaian (inconsistency) dalamstrukturmenghasilkanperilaku yang dapatmengurangiketidaksesuaiantersebut.
Pendekatan reinforcement, lingkungan yang beraksi dalam diri individu mengundang respon yang ditentukan oleh sejarah. Sifat dari reaksi lingkungan pada respon tersebut menentukan kecenderungan perilaku masa mendatang.
Dalam pendekatan psikoanalitis, keinginan dan harapan dihasilkan dalam Id kemudian diproses oleh Ego dibawah pengamatan Superego.

d.      Kepentingan Masa lalu dalam menentukan Perilaku
Pendekatan kognitif tidak memperhitungkan masa lalu (ahistoric). Pengalaman masa lalu hanya menentukan pada struktur kognitif, dan perilaku adalah suatu fungsi dari pernyataan masa sekarang dari sistem kognitif seseorang, tanpa memperhatikan proses masuknya dalam sistem.
Teori reinforcement bersifat historic.Suaturesponseseorangpadasuatu stimulus tertentuadalahmenjadisuatufungsidarisejarahlingkungannya.
Menurut pendekatan psikoanalitis, masa lalu seseorang dapat menjadikan suatu penentu yang relatif penting bagi perilakunya. Kekuatan yang relatif dari Id, Ego dan Superego ditentukan oleh interaksi dan pengembangannya dimasa lalu.

e.       Tingkat dariKesadaran
Dalampendekatankognitifmemangadaanekaragamtingkatankesadaran, tetapidalamkegiatan mental yang sadarsepertimengetahui, berpikirdanmemahami, dipertimbangkansangatpenting.
Dalam teori reinforcement, tidak ada perbedaan antara sadar dan tidak. Biasanya aktifitas mental dipertimbangkan menjadi bentuk lain dari perilaku dan tidak dihubungkan dengan kasus kekuasaan apapun. Aktifitas mental seperti berpikir dan berperasaan dapat saja diikuti dengan perilaku yang terbuka, tetapi bukan berarti bahwa berpikir dan berperasaan dapat menyebabkan terjadinya perilaku terbuka.
Pendekatan psikoanalitis hampir sebagian besar aktifitas mental adalah tidak sadar. Aktifitas tidak sadar dari Id dan Superego secara luas menentukan perilaku.

f.       Data
Dalampendekatankognitif, data atassikap, nilai, pengertiandanpengharapanpadadasarnyadikumpulkanlewat survey dankuestioner.
Pendekatan reinforcement mengukur stimuli lingkungan dan respon materi atau fisik yang dapat diamati, lewat observasi langsung atau dengan pertolongan sarana teknologi.
Pendekatan psikoanalitis menggunakan data ekspresi dari keinginan, harapan, dan bukti penekanan dan bloking dari keinginan tersebut lewat analisa mimpi, asosiasi bebas, teknik proyektif, dan hipnotis.

E.   Contohkasusperilakumanusia
Manusiamengubahwajahbumimelebihispesiesmanapundalamsejarahdunia, danlajutersebutsemakinmeningkatseiringbertambahnyajumlahpendudukdunia, perkembanganteknologi, kebutuhanpangan yang melonjaktinggi, sertapenggunaanmodatransportasi yang berkembangpesat.Dan sayangnya, dibalikitusemua, terkadangkitamelupakanbahwaadamakhluk-makhluk lain yang terabaikan.
Keberadaanjalanraya, jalanbebashambatan, jalanlayang, jalurkeretaapimemangmembantumenyebarkanpengaruhmanusialebihjauh, memperluasjangkauanmanusia, danmemudahkanperniagaansertamempersingkatperjalanan. Namuntimbalbaliknyaadalahmendorongperambahandisekitarkota, membawaperburuan, pembalakan, danpertaniankehutan yang semulatidakterjangkautanganmanusia. Infrakstruktur yang berkembangpesatitubisa pula menghancurkan habitat, meningkatkanpolusi, danmempercepatekspansiperkotaankedaerahpedesaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar