Rabu, 24 April 2013

definisi sperma



Proses Terjadinya kehamilan – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini, Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Proses terjadinya Kahamilan.sewaktu seorang perempuan melakukan hubungan suami istri dengan seorang pria, maka kemungkinan untuk hamil itu pasi ada, sepanjang keduanya normal, dan perempuan berada pada masa Subur.
Proses Kehamilan akan terjadi tatkala sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang (dalam keadaan masa subur). seorang pria rata-rata mengeluarkan air mani (sperma) sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini ditembakkan ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berenang melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim.
Sperma berenang dari alat kelamin sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri.
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma. Inti sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah menjadi empat bagian. Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel akan sampai di bagian uterus.Dalam jangka waktu satu minggu setelah perubahan, akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk ola sebesar pentol jarum, yang disebut (blastocyt). Dalam proses selanjutnya, yaitu sekitar 5 hari berikutnya, blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium.
Selama dua hingga empat minggu pertam perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. Pada masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. Plasenta merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) dan embrio. Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. Melalui lasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.
Itulah deskripsi singkat tentang terjadinya proses kehamilan, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]











Sperma
Sperma adalah cairan yang dikeluarkan pria melalui penis. Testis memproduksi sel-sel sperma (spermatozoa)  yang dikeluarkan pada saat ejakulasi bersama dengan cairan semen. Cairan semen ini berfungsi untuk mengantarkan sel-sel spermatozoa ke dalam rahim.
Nah, yang terlihat keluar dari penis pada saat ejakulasi itu adalah semen ini, sedangkan spermatozoa tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Spermatozoa hanya dapat dilihat melalui mikroskop.
Hanya spermatozoa sehatlah yang bisa memasuki rahim. Sedangkan cairan semen, sel-sel sperma yang rusak dan abnormal akan tertahan di mulut rahim dan perjalanan mereka terhenti di sini. Cairan dalam vagina perempuan bertugas menyeleksi sel sperma yang sehat dan “mengijinkannya” untuk bisa meneruskan perjalanan menuju rahim guna membuahi sel telur matang.
Bentuk sperma
Sperma berbentuk seperti kecebong, terdiri dari  kepala seperti telur, badan sperma dan ekor sperma yang berguna untuk berenang/mendorong maju menuju sel telur.
anatomi sperma
catatan: gambar saya pinjam dari sini.


Pergerakan sperma
  1. 1.      Grade A (Fast Progressive) = sangat aktif, gerakan maju cepat, lurus dan gesit.
  2. 2.      Grade B (Show Progressive) = sperma bergerak maju, lambat, kadang berbelok
  3. 3.      Grade C (Non Progressive) = ekor bergerak, tapi tidak maju, diam di tempat atau hanya berputar-putar saja.
  4. 4.      Grade D (Immotile) = tidak bergerak sama sekali.
Nah, yang diperlukan untuk membuahi sel telur adalah sperma grade A dan B dengan jumlah setidaknya 50%.

Sperma yang sehat yang bagaimana sih?
Dalam satu ejakulat (1 porsi), sperma dikatakan sehat (Normozoospermia) jika memenuhi beberapa syarat.
Standar yang ditetapkan WHO adalah sebagai berikut.
  1. Volume :  2 ml atau lebih
  2. pH : 7,2 sampai dengan 8,0 (parameter keasaman)
  3. Konsentrasi spermatozoa: 20 juta spermatozoa / ml atau lebih
  4. Jumlah total spermatozoa : 40 juta spermatozoa
  5. Motilitas spermatozoa : Dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi, sebanyak 50% dari jumlah total spermatozoa yang hidup, masih bergerak secara aktif.
  6. Morfologi spermatozoa : 30% atau lebih memiliki bentuk yang normal
  7. Vitalitas spermatozoa : 75% atau lebih dalam keadaan hidup
  8. Jumlah sel darah putih : lebih sedikit dari 1 juta sel/ml

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar